Senin, 22 Februari 2016

Memelihara Terumbu Karang Di Aquarium

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan


https://encrypted-tbn3.gstatic.com/
 
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Beberapa tempat di Indonesia seperti perairan Bunaken, Nusa Dua Bali dan Gunungkidul Yogyakarta dikenal memiliki keindahan terumbu karang dengan beragam biota laut di dalamnya. Untuk menikmati keindahan dan keunikan paru-paru dunia bawah laut tersebut, kita bisa melakukannya dengan snorkling.

Namun, belakangan ini muncul cara baru untuk menikmati keindahan biota laut dan terumbu karang tersebut. Caranya dengan membuat habitat terumbu karang beserta berbagai makhluk hidup penghuninya di dalam sebuah akuarium.

Di Yogyakarta sendiri membuat akuarium air laut lambat laun makin populer. Para penghobinya berkumpul dalam sebuah wadah bernama Jogja Reef Community (JRC). Komunitas ini berdiri dua tahun lalu, saat ini anggota aktifnya sekitar 31 orang. Kegiatannya antara lain gathering ke pantai-pantai di wilayah Gunungkidul sembari snorkling.

Salah satunya anggotanya adalah Rio Sitepu. Sejak 2010 lalu, berawal melihat film Finding Nemo, ia mulai senang dan langsung membeli seperangkat akuarium beserta isinya.

Tanpa pengetahuan yang matang tentang pemeliharaan sistem akuarium air laut, Rio berkali-kali mengalami kegagalan, alhasil terumbu karang dan ikan hias yang ia beli pun mati dan hanya mampu bertahan selama seminggu.

"Pokoknya dulu asal beli terus pelihara, aku pertama beli nemo (clonfish) Rp 15 ribu, dory atau letter six Rp 65 ribu dan beberapa ikan karang harganya waktu itu Rp 10 ribu dapat tiga. Tapi baru seminggu dipelihara sudah mati semua, beli lagi mati lagi, sampai hampir setahun aku baru bisa menerapkan pengalaman dan sukses membuat ekosistem di akuarium bertahan. Kalau sudah berhasil rasanya puas, karena mengasikkan, penuh tantangan, " ujar Rio bersemangat.

 Akurium berukuran 1 meter x 45 cm x 45 cm milik Rio yang pertamakali sukses bertahan iseng-iseng ditawarkan melalui sebuah situs jual beli, ternyata ada yang berminat dan membelinya Rp 1,5 juta.
"Padahal aku modalnya lebih, tapi ngga papa, duit dari hasil jual akuarium pertama itu, aku buat modal lagi bikin akuarium baru dengan pengetahuan yang sudah aku dapat," terang Rio.

Lantaran minim pengetahuan, Rio pun pernah tanpa lampu ketika membuat aquarium air laut tersebut. Berbagai lampu ia coba untuk menyuplai kebutuhan sinar biota dan terumbu karang. Mulai dari lampu neon, lampu celup, hingga akhirnya ia memperoleh info yang pas menggunakan lampu LED.

"Lama aku pelajari, akhirnya aku bikin lampu sendiri. Sekarang aku sudah jual ke sesama penghobi. Lumayan, dari situ dapat pemasukkan," kata Rio.

Lain halnya dengan, Rofi Merabuana, ia bahkan sempat memakai lampu odong-odong. Alhasil, semua terumbu karang dan ikan hias di dalamnya mati dalam waktu singkat.

"Untuk pemula, supaya lebih aman, sebaiknya mencari teman atau informasi ke orang yang sudah lebih dulu bermain akuarium laut. Pertama, harus tahu ukuran aquarium yang paling memungkinkan di rumahnya, mejanya, baru bikin aquarium. Selanjutnya bisa di isi dengan terumbu karang cabangan, untuk ikan bisa nemo atau yang terjangkau dulu, kemudian sering-sering sharing bareng teman yang lebih ngerti," ujar Rofi. (Tribunjogja.com)

sumber : http://jogja.tribunnews.com/

Rabu, 17 Februari 2016

Istilah Aquascaping


Teman-teman,
Mungkin ada baiknya kita buat daftar istilah pada Aquasaping untuk membantu teman-teman kita yang baru join ke hobby ini.





Ini beberapa istilah tolong ditambahkan:

Aquascaping : Karena ada akhiran ing maka istilah ini menunjukan kegiatan atau nama hobby menghias akuarium/kolam/segala sesuatu yang berhubungan dengan air
sama seperti Camping, Aeromodelling, Scalemodelling, Hiking, Climbing dll dll

Aquascape : Hasil (Object) dari kegiatan Aquascaping

Aquascaper : Actor atau orang yang melakukan kegiatan Aquascaping


DIY : Do It Yourself. Membuat sendiri peralatan atau sesuatu contoh DIY filter berarti filter buatan sendiri

Chiller : Alat untuk mendinginkan air pada aquarium

Heater : Alat untuk menghangatkan air pada aquarium

Filter : Alat untuk menyaring kotoran dari aquarium

PMDD : Poor Man's Dosing Drop adalah istilah dari pupuk buatan. Resep dari pupuk ini banyak sekali. Mengapa diberi nama PMDD karena harga pupuk mahal sehingga para aquascaper mencoba untuk meracik pupuk murah yang dapat dipakai oleh mereka

MH : Metal Halide lampu khusus yang biasa digunakan untuk lampu penerangan pada papan iklan di pinggir jalan. Lampu ini menghasilkan listrik dan kekuatan cahaya yang kuat

MH : Bisa juga Marsilea hirsuta tanaman yang biasa dibuat untuk foreground.

Kelvin : derajat panas. Pada lampu derajat panas ini menandakan cahaya yang dihasilkan pada benda hitam (kurang tahu carbon atau besi) pada suhu kelvin tersebut menghasilkan cahaya seperti apa

CRI : Color Rendering Index. Menandakan spektrum warna cahaya. Nilai antara 0 sampai 100. nilai 100 berarti sama dengan matahari

Lumens : Satuan kekuatan cahaya

GH : General Hardness adalah jumlah calcium dan magnesium tiap volume air.

KH : dalam bahasa Jerman Karbonate Haerte (sumber:http://www.wikipedia.org) dalam bahasa Inggris Carbonate Hardness. Jumlah kadar CaCO3 dalam air

pH : Potential Hydrogen. Parameter tingkat keasaman. Keasaman disini bukan berarti rasa asam (dalam bahasa Inggris Sour)tetapi jumlah ion Hidrogen (dalam bahasa Inggris Acid).Nilai 7 menandakan netral. Diatas 7 menandakan menuju ke arah basa (Alkaline) dibawah 7 menandakan kearah asam (Acid)

Substrate : pada Aquascaping istilah ini menunjukan pada media tanam

Laterite : Tanah merah

Peat : biasanya pada aquascape mnunjukan media tanam tanah gambut yang berasal dari pembusukan tanaman biasanya moss. Peat moss juga bisa digunakan untuk menurunkan PK (membuat menjadi asam) air dan melunakan air.

Peat Moss : Peat yang berasal dari tanaman yang disebut Spaghnum moss

Spaghnum : sama seperti peat moss (nama sebutan lain)

RO : Reverse Orsmosis. Proses pembalikan proses osmosis dimana air dilewatkan ke membran dengan bantuan tekanan air. Air yang dihasilkan biasa disebut air RO. air RO ini sangat soft.

LFS : Local Fish Store. Toko yang menjual ikan

Foreground : Bagian depan aquascape (tergantung sudut pandang Aquascaper mana yang dianggap depan)

Midground : Bagian tengah aquascape (tergantung sudut pandang Aquascaper mana yang dianggap depan)

Background : Bagian belakang aquascape (tergantung sudut pandang Aquascaper mana yang dianggap depan)

SAE : Siamese Algae Eater (Crossocheilus siamensis) sejenis Ikan pemakan algae

RCS : Red Chery Shrimp adalah udang kecil yang biasa digunakan untuk mengontrol algae yang mempunyai warna merah.

CRS : Crystal Red Shrimp sama seperti RCS hanya warnanya belang merah dan putih.

Rossete Plant : Tanaman yang memiliki batang pendek bahkan tidak memiliki batang sama sekali seperti keluarga Valisneria dan Echinodorus. Pangkal daun dengan akar berada dalam posisi yang dekat

Stem Plant : Tanaman yang memiliki batang panjang seperti keluarga Bacopa, Higrophylla dll

HG : Hair Grass jenis tanaman biasanya dari keluarga Eleocharis. Bisa digunakan untuk forreground,Midground dan background tergantung species, ukuran Aquascape dan yang terpenting selera aquascaper

HC : Hermiantus callitrichoides (Cuba) jenis tanaman biasa digunakan untuk Foreground

Power Head : Pompa yang digunakan untuk memompa air

Air Stone : Alat yang digunakan untuk memecah udara menjadi gelembung kecil dalam air dari aerator bisa berbahan dasar batu ataupun kayu

Aerator : Alat yang berfungsi untuk memompakan udara ke dalam akuarium

CO2 Generator : Penghasil gas CO2

CO2 Reactor : Alat yang berfungsi untuk mereaksikan(mencampur) gas CO2 dengan air

CO2 Diffuser : Alat yang berfungsi untuk memecah gas CO2 menjadi gelembung-gelembung yang sangat kecil dengan tujuan untuk mempeluas permukaan gas CO2 dengan air. Dengan cara ini diharapkan semakin banyak gas CO2 yang akan terserap oleh air. 

sumber: http://forum.o-fish.com/

Kamis, 11 Februari 2016

Tips Menghias Aquarium

Supaya pemandangan Aquarium ga sepi dan monoton. Kita akan menghias aquarium agar aquarium terlihat cantik menyegarkan bukan hanya tuannya tapi juga ikannya








Kadang suka bingung klo lihat hiasan aquariumnya orang yang besar dan berhiaskan pasir pada dasarnya gimana caranya sih, dulu pernah di coba dikasih pasir begitu plus accessoris lainnya ikannya malah mati
Nah gini nih tipsnya
  1. Taburkan pasir silika secara rata hingga menutupi seluruh dasar aquarium ( ga usah terlalu tebal, kira-kira 1,5-2,5 cm)
  2. Setelah itu tebarkan pupuk diatas bagian dasar dan tutup kembali dengan pasir silika hingga merata
  3. Taburkan pasir laut atau batu-batuan kecil. Pastikan tumpukan batu-batuan ini tidak lebih dari 5 cm untuk di aquarium kecil dan tidak lebih dari 10 cm untuk aquarium besar
  4. Setelah batu berstektur tersusun, mulailah mengisi air kedalam aquarium. Saat air mulai mengisi bebatuan, tutuplah sjenak bagian atas batu dengan plastik agar tidak merusak tatanan pasir pada dasar aquarium. Setelah itu teruskan pengisian air hingga air kira-kira 3/4 tinggi aquarium
  5. Dengan bantuan pinset tanaman air sudah dapat diatur sesuai dengan selera kita. Tempatkan spatterdock terlebih dahulu, baru disusul valisneria, cabomba, dsb
  6. Pasang pompa dan saringan. Tunggu sekitar 1 bulan sebelum diisi dengan ikan
Selamat mencoba!

sumber: https://rumahkeluarga.wordpress.com/2008/07/29/menghias-aquarium/

Sabtu, 16 Januari 2016

Apa itu Aquarium dan komponen - komponennya?

Akuarium adalah sebuah vivarium biasanya yang ditempatkan di sebuah tempat dengan sisi yang transparan (dari gelas atau plastik berkekuatan tinggi), di dalamnya satwa dan tumbuhan air (biasanya ikan, namun dapat juga ditemukan invertebrata, amfibi, mamalia laut dan reptil) ditampung, dan digunakan untuk display publik. Akuarium juga dapat merujuk tempat di mana apa yang telah dijelaskan di atas dibangun (museum ikan)




Memelihara ikan di dalam akuarium adalah hobi yang cukup populer. Akuarium pertama untuk umum, didirikan di London, Inggris pada tahun 1853. Bersaman dengan jalannya waktu, teknologi yang digunakan di dalam akuarium makin berkembang, (seperti sistem penyaringan dan penerang Pompa udara untuk akuarium adalah alat untuk memasukkan udara ke dalam air akuarium melalui difuser, sehingga udara terpecah menjadi gelembung-gelembung kecil, memperkaya kandungan oksigen air. Alat ini terbuat dari logam. Bentuknya seperti kotak segi empat yang bagian dasarnya menonjol ke depan. Pada bagian belakangnya terpasang kabel listrik. Bila alat ini digunakan, kabel listrik itu dihubungkan dengan sumber listrik. Di tengah-tengah sisi depannya terdapat sebuah roda yang terbuat dari plat logam bundar. Bila dihubungkan dengan arus listrik, roda akan berputar dan menggerakkan pompa yang terletak disampingnya. Di depan pompa terdapat dua buah pipa logam. Pipa yang satu gunanya untuk mengisap udara dan yang lainnya untuk mengeluarkan udara ketika pompa bekerja. Filter akuarium juga memeiliki peranan penting untuk menjaga kesetabilan ekosistem di dalam akuarium. Ada beberapa jenis filter yang sering digunakan penghobi akuarium. Top filter atau dikenal dengan filter atas dan filter talang, sering digunakan penghobi akuarium di indonesia karena mudah pemakaian dan perawatan. Biasanya,filter jenis ini diisi dengan karbon aktif,kapas filter,dan spons untuk menyaring air akuarium dan dipasang di atas akuarium. Cara kerja filter ini dengan memompa air akuarium dengan pompa akuarium ke atas akuarium dan dialirkan melewati media filter agar air senantiasa bersih. Undergravel filter adalah filter yang menggunakan kerikil akuarium sebagai media penyaringan. filter ini berbentuk plat dengan pipa di salah satu ujungnya yang dapat dihubungkan dengan pompa akuarium. Filter bekerja dengan menyedot air akuarium melewati kerikil akuarium dan mengeluarkan melewati pipa di sudut plat. Dan perlu diingat, bahwa filter ini tidak dapat bekerja bila dasar akuarium menggunakan pasir atau kerikil yang ukuranya terlalu kecil. External canister filter sering digunakan pada akuarium aquascape atau akuarium tanaman,karena kapasitas saringnya cukup besar untuk akuarium padat. Filter ini menggunakan media filter yang sama seperti top filter,hanya saja ditambah dengan bioball. Filter ini biasa diletakkan pada bagian samping dan bawah akuarium Internal canister filter hanya cocok untuk akuarium di bawah ukuran 80x40x40cm. Dikarenakan kapasitas saringnya kecil,kalau ingin digunakan pada akuarium di atas ukuran 80x40x40,disarankan menggunakan dua buah filter dan debit pompa diperbesar. Itu sedikit tips dari saya smoga bermanfaat bye!!!!
 sumber : wikipedia