Ada tiga
golongan tanaman air berdasarkan cara perbanyakan dan tempat hidupnya, yakni
tanaman berakar (rooted plant), bercabang (bunch plant) dan mengapung (floating plant). Yang berakar dan bercabang digunakan sebagai asesori akuarium, sedang
yang mengapung menjadi penghuni kolam.
Sebutan tanaman air ternyata
tidak hanya mencakup tanaman yang hidup di dalam air, tapi juga yang mengapung
di permukaan air. Anggota rooted plant terdiri dari jenis-jenis yang mesti
di tanam soliter (tunggal), memiliki akar panjang, dan diperjualbelikan dalam
keadaan berakar. Sedangkan pengertian bunch plant adalah rooted plant yang diperdagangkan tanpa akar dan perbanyakannya paling baik dengan
setek. Kedua golongan ini banyak digunakan untuk menghias akuarium, sehingga
sering disebut tanaman akuarium.
Jenis-jenis
Tanaman Akuarium
Banyak sekali
jenis tanaman akuarium yang bisa dipilih, baik impor maupun lokal. Jenis-jenis yang
termasuk dalam rooted plant antara lain:
1. Amazon Sword
Plant (Echinodorus paniculatus)
Tanaman yang diduga berasal dari Amazon
ini adalah jenis paling terkenal dari genus Echinodorus. Di pasaran ada 2
macam, yaitu yang berdaun lebar dan sempit. Tinggi tanaman bisa mencapai 30-40
cm. Daunnya berbentuk lanset dengan ujung lancip dan tersusun membentuk rumpun.
Agar penampilannya bagus ia membutuhkan cahaya lampu 8-10 jam/hari. Jika
kekurangan cahaya, daunnya akan berubah warna.
2. Spatterdock
Ia juga dikenal
dengan nama Japanese spatterdock (Nuphar sp) atau Cow Lily. Dulu tanaman ini banyak
tersebar di Jepang, namun sekarang sudah banyak ditemukan di Pulau jawa.
Tingginya bisa mencapai tinggi 20 cm. Daunnya cantik berbentuk jantung
memanjang, berwarna hijau, dengan tekstur lembut.
3. Vallisneria
Genus
Vallisneria juga banyak digunakan hobiis ikan untuk menghiasi aquariumnya.
Paling sedikit 3 spesies dapat dijumpai di pasaran. Tanaman ini asli Eropa
Selatan dan Afrika Utara, tapi telah tersebar di daerah tropis. Daunnya
memanjang seperti padi, tapi tipis dan lentur. Panjang daun bervariasi 30 cm –
1 meter dan lebarnya berkisar 1,27-2,54 cm. Pada spesies Vallisneria spiralis,
daunnya memelintir seperti spiral. Ia diperbanyak dengan runner (tunas yang
muncul dari ujung akar).
4. Varen
Varen (Synnema triflorum / Synnema triflorum) merupakan tanaman air asli Indonesia,
dan penyebarannya meliputi wilayah Asia Tenggara. Jenis ini termasuk yang
pertumbuhannya cepat, bisa mencapai tinggi 50 cm. Bentuk daunnya menjari
seperti daun pepaya, berwarna hijau muda. la menjadi tanaman favorit bagi
hobiis kawakan.
Anggota bunch plant yang bisa ditemukan di pasaran antara lain:
1. Cabomba
Ada dua macam cabomba yang berbeda warna daun dan
bunganya. Jenis yang berbunga ungu, daunnya hijau berlapis ungu. Sementara
cabomba berbunga kuning, daunnya hijau muda. Batangnya beruas-ruas, dan pada
setiap ruas itu akan tumbuh berkeliling daun hijau berbentuk jarum. Cabomba
merupakan tanaman air yang sangat cepat pertumbuhannya, sehingga dalam waktu
singkat terlihat “berdesak-desakan”. Perbanyakannya sangat mudah, caranya
dengan memotong batang muda beberapa ruas.
2. Elodea Densa
Struktur tubuhnya mirip cabomba, hanya
bentuk daunnya berbeda. Sehingga cara perbanyakannya pun sama. Daunnya
berbentuk lanset kecil-kecil dan pendek, tumbuh pada sekeliling ruas yang
rapat. Pada satu ruas tumbuh 4 helai daun. Tanaman asal Argentina ini bisa
mencapai ukuran panjang 3-4 meter.
3.
Telanthera lilacina
Ia sering disebut red telanthera karena
warna daunnya merah tua sampai keunguan. Bentuk daunnya lonjong dengan ujung
runcing. Tinggi tanaman bisa lebih dari 30 cm. Jenis ini bisa digunakan untuk
memperkaya nuansa warna pada akuarium.
Golongan ketiga dari tanaman air adalah
floating plant. Tanaman-tanaman ini tidak lazim ditaruh di akuarium. Mereka
lebih banyak di tanam di kolam. Jenis-jenisnya antara lain eceng gondok (Eichhornia crassipes), dan duckweed (Lemna minor). Eceng gondok paling
mudah dijumpai, bahkan saking banyaknya ia dianggap sebagai gulma. Meskipun
demikian bunganya cantik berwarna ungu.
Lemna minor juga gampang dicari, karena
tersebar di seluruh dunia. Daunnya bulat telur, berwarna hijau terang, dan
mengapung di permukaan air. Ia tidak direkomendasikan sebagai penghias
akuarium, karena bisa menutup permukaan air dengan cepat.
0 komentar:
Posting Komentar